Senin, 11 Januari 2010

Perencanaan dalam Pemberdayaan Otak



1. PERENCANAAN STRATEGIK
Sebelum anda melangkah untuk melaksanaan pemberdayaan otak, maka diperlukan suatu kepercayaan diri bahwa potensi otak anda belum dimanfaatkan sebagai mana mestinya dalam usaha-usaha meraih peluang-peluang masa depan, oleh karena itu diperlukan keputusan strategik sebagai perencanaan jangka panjang untuk menerobos otak dibawah sadar dengan mengintergrasikan otak atas sebelah kiri dan kanan.
Perubahan tentang diri anda, akan sangat tergantung keyakinan anda untuk berubah. Sejalan dengan itu bahwa untuk menggerakan imajinasi yang ada dalam diri dalam usaha anda untuk menggali tambang emas dalam diri anda adalah pikiran, juga ditentukan pula suatu komitmen pada diri anda untuk mempergunakan alat pikiran (kesadaran, kecerdasan dan akal) menuju kepada perubahan-perubahan yang positip yang anda inginkan dalam perspektif dalam hidup, bekerja dan belajar.
Langkah awal untuk menggerakkan anda berpikir dalam memperdayakan otak, diperlukan suatu rencana yang dapat menuntun anda yang sejalan dengan umur anda, yang telah dikemukakan pada bagian terdahulu yang menyebutkan umur ini menjadi lima masa, dalam posisi itulah anda berusaha untuk apa anda hidup didunia ini, keputusan ini kita sebut perencanaan strategik.
Keputusan-keputusan yang kita ambil itu kita tuangkan kedalam apa yang kita sebut dengan VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI,
KEBIJAKAN, PROGRAM dalam hidup anda sebagai tuntunan untuk anda melakukan perubahan-perubahan secara terus menerus sampai anda menemukan tentang diri anda, maka disitu pula anda mengenal keberadaan TUHAN.
Bagaimana anda merumuskan VISI HIDUP ANDA, visi menggambarkan perjalanan hidup anda sebagai anda memiliki cita-cita akan menjadi apa. Memang tidak gambang untuk merumuskan visi tersebut tanpa dapat menghayati tentang kepribadian anda, oleh karena itu menyelami untuk ingin tahu diperlukan suatu analisis. Daur hidup manusia dapat diibaratkan dengan daur hidup organisasi, sejalan dengan itu dalam hal inipun dapat kita pergunakan sebagai tahap awal dengan mempergunakan analisis SWOT yang merupakan singkatan dari lingkungan internal STENGHTS dan WEAKNESSES serta lingkungan eksternal OPPORTUNITIES dan TREATS. Bertitik tolak dari analisis tersebut, diharapkan dapat memberikan gambaran misalkan posisi dari masa muda memasuki masa dewasa pada umur 35 tahun s/d 50 tahun, bagaimana posisi letak kepribadian saat ini dan bagaimana kita mengembangkan ke masa depan.
2. V I S I
Untuk dapat menuntun perubahan-perubahan yang diinginkan, diperlukan langkah awal untuk merumuskan VISI hidup sebagai suatu pernyataan artikulasi dari CITRA, NILAI, ARAH DAN TUJUAN yang menggambarkan perjalanan mental dari yang diketahui ke yang tidak diketahui dalam rangka mewujudkan masa depan dari imajinasi atas fakta, harapan, impian, tantangan dan kesempatan.
Oleh karena itu visi hidup anda dimasa depan akan sangat ditentukan wajah visi anda dalam sikap yang positip dalam mengkomunikasikan suasana hati kepada orang lain Wujud visi dalam sikap digambarkan seperti dibawah ini:
CITRA dalam sikap menunjukkan VISI anda dalam mengkomunikasikan suasana hati yang dapat diterima oleh semua pihak atas gambaran peran yang diaktualisasikan dalam bentuk pengasih, penyayang, pelindung, pengampun, penyantun, pemurah, pendengar, pemberi, pengendali, kejujuran, rasa cinta, bersukur, sabar, silaturahmi dan memahami aturan main.
NILAI dalam sikap menunjukkan visi anda dalam mengaktualisasikan berpikir untuk mewujudkan citra yang berada dalam diri anda yang ditunjukkan dalam bentuk keteladanan, kebenaran, kepekaan, gaya hidup, pemberi manfaat, pemberi petunjuk.
ARAH dalam sikap menunjukkan visi anda dalam mengaktualisasikan untuk bertindak dalam mewujudkan citra, nilai sebagai tuntunanan untuk membangkitkan kesadaran dalam bentuk merasakan, memahami, dan secara efektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi, koneksi, dan pengaruh yang manusiawi.
TUJUAN dalam sikap mewujudkan visi anda dalam mengaktualisasikan dalam usaha melakukan perubahan sikap dan perilaku berpikir secara metodis artinya terjadi keseimbangan antara otak alat pikir dan hati alat menghayati yang didukung dengan alat kesadaran, kecerdasan dan akal sehingga terwujud imajinasi dalam menumbuhkan kreativitas berpikir dan bertindak.
3. M I S I :
Bertolak dari rumusan visi, maka langkah kedua menyiapkan sarana sebagai alat untuk mengadakan perjalanan, yang kita sebut dengan suatu pernyataan MISI yang menggambarkan bagaimana kita seharusnya melakukan perubahan kepribadian dimasa depan.
Perubahan harus dilakukan dari proses kita belajar secara terus menerus agar kita dapat menemukan tentang diri kita, oleh karena itu disatu sisi kita merumuskan visi yang mengambarkan perjalannan dan disisi lain kita merumuskan suatu pernyataan yang kita sebutkan MISI sebagai perwujudan dari visi.
Sejalan dengan yang kita utarakan diatas, maka sarana yang kita perlukan adalah MISI hidup sebagai suatu pernyataan artikulasi dari RASIONAL, EMOSIONAL, NALURI dan INDERA yang menggambarkan sarana yang kita perlukan dalam melakukan perjalan yang hendak kita tuju dalam bentuk perilaku asertif yang berujud kepribadian yang memiliki harga diri, kreativitas, tanggung jawab, kebijaksanaan, tujuan, komunikasi, keyakinan, adaptasi, kebulatan tekat (komitmen) dan penghayatan.
RASIONAL dalam perilaku menunjukkan misi anda dalam mewujudkan suatu kepribadian secara utuh, apa yang anda inginkan baik material maupun non-material dapat diawasi dan dikendalikan oleh batin rasional.
EMOSIONAL dalam perilaku menunjukkan misi anda dalam mewujudkan suatu kepribadian secara utuh untuk menerapkan secara effektif kemampuan merasakan dan memahami sebagai sumber energi, informasi, koneksi dan pengaruh yang manusiawi, menjadi menarik bagi emosi anda.
NALURI dalam perilaku menunjukkan misi anda dalam mewujudkan suatu kepribadian yang utuh untuk berbuat atau bereaksi yang sangat majemuk dan tidak disadari akan tetapi dapat diterima oleh naluri anda.
INDERA FISIK dalam perilaku menunjukkan misi anda dalam mewujudkan suatu kepribadian yang utuh untuk menggapai kemasyhuran atau kesuksesan dengan mengikutsertakan bantuan indera fisik yang sangat penting berupa alat pengliahatan dan alat pendengaran tapi tidak berarti alat-alat lainnya tidak berperan.
4. TUJUAN
Dibayangkan seandainya masa muda dari 15 tahun sampai dengan 30 tahun, ia berusaha memelihara masa muda agar tidak terjerumus dalam kemurkaan ALLAH SWT, serta siksaanNya yang pedih, membawanya mencapai keridhaan Allah SWT dan memperoleh pahalanya yang besar, maka memasuki masa dewasa dari umur 30 tahun sampai dengan 50 tahun, anda memerlukan suatu perencanaan yang akan merumuskan tujuan-tujuan yang anda inginkan dari penjabaran MISI HIDUP seperi yang telah kita ilustrasikan diatas, maka anda diharapkan perolehan karunia hikmah dan kebijaksanaan dengan kemurahan Allah SWT. Sehingga kelihatannya pada sifat lebih cenderung untuk mengerjakan berbagai ketaatan, menunjukkan hatinya kepada Allah SWT dan selalu bertobat kepadanya.
Ini tentunya bila ia mendapat taufiq dan inayah dari Allah SWT, seperti dalam firmannya: “Dan setelah menjadi dewasa dan cukup umurnya, Kami anugerahkan kepadanya hikmah dan ilmu pengetahuan. Demikianlah kami memberi balasan bagi orang-orang yang suka melakukan kebajikannya “ (Q.S.28:14) dan firmannya pula: “… sehingga apabila dia telah dewasa dan mencapai umur empatpuluh tahun, berkatalah ia: “ Ya Tuhanku, tunjukilah aku jalan untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau karuniakan kepadaku dan kepada kedua ibu-bapakku, dan doronglah aku untuk berbuat amal saleh yang Engkau ridhai ….” (Q.S46:15)
Dengan memperhatikan uraian yang kita kemukakan diatas, dapat ditarik satu kesimpulan, mengapa merumuskan tujuan secara kualitatif begitu penting bagi anda karena:
(1) Dengan merumuskan tujuan sebagai pemenuhan kebutuhan dasar, ia dapat memenuhi fungsi kesehatan dan keselamatan;
(2) Dapat menuntun kegiatan kearah waktu, usaha dan gagasan-gagasan;
(3) Dapat memberikan daya dorong kedalam diri sebagai dasar perkembangan dan harga diri berarti membentuk percaya diri sebagai summber sukses dan kemandirian;
(4) Dapat memberikan daya dorong untuk mengatakan, selalu ada sesuatu yang dapat anda lakukan, sehingga ia merasa bebas dan membuat kehidupan menarik dan menggembirakan;
(5) Dapat menuntun untuk secara terus menerus mengembangkan sikap positip dengan perilaku asertif.
Bertolak dari arti penting kita merumuskan TUJUAN yang dijabarkan dari MISI, maka sebagai dasar untuk menuntun langkah perumusan, beberapa hal-hal dibawah ini perlu mendapatkan perhatian :
(1) Seandainya anda menginginkan adanya pembaharuan, maka anda harus memiliki kepercayaan diri bahwa tujuan-tujuan yang dirumuskan itu milik anda;
(2) Susunlah tujuan yang menggerakkan anda menjadi suatu tantangan, tidak mudah tapi anda berkeyakinan untuk mengejarnya;
(3) Rumusan tujuan sebaiknya bersifat fokus dan jelas apa yang anda inginkan dan sejauh mungkin segala sesuatu akhirnya dapat diukur;
(4) Rumusan tujuan yang hendak dicapai haruslah memberikan ruang gerak yang harmonis sehingga antara tujuan-tujuan yang hendak dicapai tidak saling bertentangan;
(5) Rumusan tujuan yang hendak dicapai haruslah memberikan fleksibilitas dalam rangka perbaikan dan perubahan bila dipandang perlu sesuai dengan target-target waktu dalam pencapaiannya.
Dengan memperhatikan kerangka berpikir diatas, maka rumusan TUJUAN DARI PENJABARAN MISI DALAM MASA PEMUDA ANDA MEMASUKI DEWASA, dapat kita ilustrasi seperti dibawah ini :
(1) Membangun Kepribadian yang utuh menjadi kepemimpinan pribadi dan pengetahuan dalam usaha anda untuk bereaksi dari sentuhan anda yang penuh pengetahuan;
(2) Membangun Kepribadian yang utuh menjadi kepemimpinan pribadi dan perubahan dalam usaha anda secara terus menerus komit untuk melaksanakannya;
(3) Membangun Kepribadian yang utuh menjadi kepemimpinan pribadi dalam usaha anda untuk membangun rasa tanggung jawab;
(4) Membangun Kepribadian yang utuh menjadi kepemimpinan pribadi dalam usaha anda untuk membangun integritas sebagai landasan dasar yang mutlak;
(5) Membangun Kepribadian yang utuh menjadi kepemimpinan pribadi dalam usaha menggali tambang emas yang ada pada diri adalah dalam bentuk nilai-nilai inti yang berpotensi besar;
(6) Membangun Kepribadian yang utuh menjadi kepemimpinan pribadi dalam usaha menumbuhkembangkan wawasan kedalam realita khayalan;
(7) Membangun Kepribadian yang utuh menjadi kepemimpinan pribadi dalam usaha membentuk sikap positip dan perilaku asertif sebagai predeksi yang dapat terwujud dari keinginan anda;
(8) Membangun Kepribadian yang utuh menjadi kepemimpinan pribadi dalam usaha mengendalikan nafsu agar tindakan sejalan dengan tujuan;
(9) Membangun Kepribadian yang utuh menjadi kepemimpinan pribadi dalam usaha memanfaatkan kekuasaan agar tindakan sejalan dengan semua kepentingan;
(10) Membangun Kepribadian yang utuh menjadi kepemimpinan pribadi dalam usaha mewujudkan keuletan sebagai tonggak keberhasilan;
(11) Membangun Kepribadian yang utuh menjadi kepemimpinan pribadi dalam usaha mewujudkan cinta dalam kehidupan sebagai anugerah yang tidak terbayangkan;
(12) Membangun Kepribadian yang utuh menjadi kepemimpinan pribadi dalam usaha mewujudkan keteladanan sebagai keunggulan.
5. SASARAN
Sasaran dijabarkan berdasarkan rencana kualitatif tujuan-tujuan yang ingin dicapai seperti yang kita gambarkan diatas. Selanjutnya setiap tujuan tersebut dijabarkan sebagai suatu rencana yang menggambarkan secara kuantitatif untuk jangka waktu setiap lima tahun sekali, bila dipandang perlu diadakan perubahan sesuai dengan kemampuan untuk mewujudkan kepribadian yang utuh, yang terus menerus harus digali sepanjang hayat.
Sebagai ilustrasi, anda menjabarkan SASARAN No.1 secara kuantitatif seperti:
(1) Selama lina tahun dan secara berkelanjutan untuk mendalami penguasaan bahasa arab, inggeris;
(2) Dalam satu tahun meningkatkan keterampilan pemanfaatan komputer;
(3) Dalam satu tahun memiliki kemampuan dua kali khatam membaca kitab suci;
(4) Dsb.
6. STRATEGI
Untuk merealisasikan pencapaian sasaran yang telah digariskan sesuai dengan masa hidup yang anda jalani, maka strategi yang dapat ditempuh untuk kita dapat melaksanakan perubahan tentang diri sebagai mana yang kita harapkan adalah:
(1) Anda harus meyakini bahwa perubahan hanya dapat dilakukan sepanjang anda memiliki niat untuk berubah, untuk itu perlu komitmen diri anda sendiri;
(2) Secara terus menerus memaksimumkan alat berpikir dalam bentuk kesadaran, kecerdasan dan akal dalam memperdayakan otak;
(3) Melaksanakan syariat lahir (syariat) dan syariat batin (hakikat) tanpa terpisah-pisah sehingga amalan lahir dan batin wajib dilaksanakan serentak dalam satu masa di semua waktu dan keadaan.
7. KEBIJAKSANAAN DAN PROGRAM
Bertolak dari strategi yang kita kemukakan diatas untuk memberikan pedoman kepada anda bahwa pencapaian visi, misi tujuan dan sasaran dengan memberikan arah dan keterkaitan dalam pemberdayaan otak, maka diperlukan penjabarannya kedalam seperangkat kebijaksanaan dalam bentuk pengaturan dan petunjuk dari mana rencana kegiatan kedalam program untuk diformulasikan.
Sebagai ilustrasi kita menjabarkan strategi pertama “anda harus meyakini bahwa perubahan hanya dapat dilakukan sepanjang anda memiliki niat untuk berubah, untuk itu perlu komitmen diri anda sendiri“. Untuk mencapai sasaran NO.1, yang telah digariskan, maka strategi diatas digariskan, apakah akan belajar sendiri, belajar mengikuti kursus, belajar dengan privat dsb. Selanjutnya disusunlah program yang mengaitkan serangkaian tindakan yang berisikan sumber daya yang diperlukan.
8. KESIMPULAN
Membangun dan memelihara suatu kepribadian yang utuh berarti adanya suatu kepercayaan diri sebagai sumber sukses dan kemandirian melalui peningkatan kedewasaan rohaniah, sosial, emosial dan intelektual.
Sejalan dengan apa yang kita utarakan diatas, maka sukses dan kemandirian tidak mungkin kita raih, bila kita tak berkeinginan untuk mendorong kemajuan berpikir. Tak satupun ummat didunia tidak meyakininya bahwa kemajuan suatu ummat akan terletak pada cara berpikirnya.
Oleh karena itu hasil pemikiran dan ilmu pengetahuan sangat menentukan kemajuan ummat dalam bidang agama dan bidang dunia adalah manusia harus menggali tambang emas yang ada pada dirinya yaitu pikiran untuk kehidupan baik di dunia kini maupu di akhirat nanti.
Betapa sempurnanya ajaran Islam mengajarkan agar setiap orang mau memikirkan berbagai kejadian langit dan mengamati alam semesta, menghayati dan mentafakkuri setiap persoalan dan peristiwa yang terdapat dalam alam semesta ini, supaya meyakini terhadap kebesaran, kekuasaan dan kesempurnaan Allah swt, yang menjadikan dan mengatur semuanya, sehingga makin sadarlah akan segala kelemahan dirinya masing-masing dihadapan Allah SWT.
Akhirnya, marilah kita mengingat kata-kata mutiara yang diucapkan Muhammad S.A.W berupa “Bekerjalah bagi kehidupanmu, seakan-akan kamu akan hidup selamanya, dan beribadahlah kepada Tuhanmu seakan-akan kamu akan mati besok”, oleh karena itu berdayakanlah otak untuk berpikir, bekerja dan belajar dengan suatu rencana sebelum bertindak.

Tidak ada komentar: